Selesai dari Raudhah, kami tidak punya agenda khusus karena city tour ditiadakan. Dan saat itulah kami mendapat kabar mengenai krisis di negara-negara Teluk. Saya mendapat beberapa pesan yang menanyakan keadaan di Arab Saudi. Dan saya meyakinkan kalau Madinah dan Mekah aman, jaraknya cukup jauh dari Riyadh yang merupakan salah satu daerah yang terdampak. Walau sempat khawatir juga bagaimana kami pulangnya, tapi saya tetap yakin akan bisa pulang karena pesawat pulang kami langsung menuju Indonesia, tanpa tranist di negara lain. Seandainya keadaan ini terjadi saat saya ke Istanbul bulan lalu, nah barulah saya tidak bisa pulang, karena pesawat pergi saya lewat Dubai dan pulangnya lewat Doha.
Hari ini kami lebih memilih agenda masing-masing, tepatnya saya. Karena saya akan mencari ATM dan belanja lagi benda-benda yang belum didapatkan kemarin. Sebenarnya nanti sore ada acara keliling area Masjid Nabawi dipandu Ustad Muthawib, tapi karena masih lama jadi saya masih punya waktu untuk keliling-keliling sendiri. ATM pertama yang saya dapatkan entah kenapa tidak bisa keluar uangnya, ATM kedua bisa, tapi dapat uang pecahan besar. Saya membeli gamis hitam sebagai reward untuk diri sendiri, harganya lumayan mahal. Untunglah di toko itu mau menerima uang saya dan ada kembalian. Ketika saya mau menukar untuk lembar kedua, mereka juga oke, syukurlah jadi uang saya bisa terpecah. Selanjutnya nyari oleh-oleh makanan. Saya membeli kurma yang enak, kismis dan kacang. Juga mencari beberapa titipan dari orang-orang. Di Bin Dawood saya membeli lagi tas sendal, kali ini yang bisa ditaruh di belakang punggung seperti ransel, ini agar saya saat di Masjidil Haram nanti, tidak repot ngurusan tas sendal saat berdesak-desakan saat Tawaf.
Saat melewati halaman Masjid Nabawi, tetap masih ada beberapa jemaah yang menghabiskan waktu di sana walau bukan waktu solat. Saya juga sempat berbaik hati membantu foto satu keluarga di pintu masuk Masjid. Saya bawa tripod, jadi saat sendirian tetap bisa mengambil foto. Sorenya sempat belanja lagi dengan ibu-ibu lain di toko samping hotel. Untuk tasbih dan lain-lain sudah saya beli kemarin, di toko itu saya membeli parfum titipan yang namanya parfum seribu bunga. Yang lucunya penjualnya kan bisa bahasa Indonesia dan agak genit seperti biasa. Saat para ibu-ibu menawar dengan sadis, saya yang tidak terlalu cerewet menawar malah dapat bonus parfum dari penjualnya, untuk bikin iri ibu-ibu lain dan menunjukkan kalau dia baik sama yang tidak cerewet 😅.
Hasil foto dengan tripod


Malam ini kami mulai packing, karena besok akan lanjut perjalanan ke Mekah. Sedapat mungkin oleh-oleh sudah saya beli di sini, karena di Mekah pasti tidak sempat dan lebih ramai lagi. Kamr kami seperti kapal pecah. Kamarnya standar, tapi karena dihuni orang 4 maka pasti lebih sempit. Kami packing dengan meletakkan koper masing-masing di tempat tidur. Pengumpulan koper untuk besok sudah ditentukan jam nya, jadi saya memindahkan barang-barang kecil yang masih akan saya gunakan ke tas tangan saya. Baju Batik tidak sempat saya cuci, jadi rencananya nanti sampai di Mekah akan saya angin-anginkan saja karena saya yakin akan dipakai lagi saat pulang. Harus diakui kamar kami ini jadi rame karena ada Nyai dan Nek Ino, karena saya dan Bu Neti ini orangnya cenderung hobi mendengarkan. Setelah semua beres, harus segera istirahat karena sudah tengah malam dan harus segera bangun lagi untuk sahur.
Lanjut Part 4
Hasil foto dengan tripod

Sore sebelum berbuka kami diajak berkeliling Masjid Nabawi. Diceritakan mengenai sejarah Islam di sana yang kira-kira pernah kita pelajari saat SD. Saya tidak ingat apakah cerita yang saya dengar saat itu sama dengan yang saya terima saat umroh pertama kali dulu. Selesai acara keliling itu kami mulai mencari tempat untuk menanti berbuka. Kali ini lebih parah dari kemarin, kami mendapat tempat di luar pagar Masjid Nabawi. Tapi tenang saja, tetap diberi sajadah panjang dan tetap menadapat bingkisan iftar. Dan ini ada ada info penting mengenai yogurt yang kerap ada di bingkisan iftar. Saya selalu tidak bisa makan yogurt plain tersebut karena asam. Mau dicolek dengan roti pun tidak bisa makan banyak. Salah saya tidak riset dahulu, karena ternyata ada sachet perasa di dalam plastik tersebut. Jadi bisa ditambahkan ke yogurtnya agar ada rasanya 😋. Semoga saya ada nasib ke sana lagi saat Bulan Puasa untuk memperbaiki kesalahan ini 😀.
Selesai solat Magrib berjamaah kali ini saya ikut strategi ibu-ibu yang lain, yaitu kembali ke hotel untuk makan nasi dulu. Selesai makan baru kembali menuju Masjid. Kali ini tidak usah berharap banyak dapat tempat strategis. Dipimpin Ibu Kyai, kami membentang sejadah di area bebas yang penting berkelompok. Tak jauh dari kami, juga ada jemaah-jemaah lain yang membentang sajadah di mana saja untuk ikut solat Tarawih. Kali ini sudah lebih siap untuk Solat Tarawih dengan Ayat sebanyak 1 Juz dan doa yang panjang. Namun apa daya di rakaat-rakaat terakhir saya dan beberapa Ibu-ibu jadinya mulai capek dan membaca niat solatnya setelah istirahat sebentar. Pulang ke hotel, karena kami solatnya tidak jauh dari hotel, saya masih penasaran dan melihat toko makanan di depan hotel antriannya sepi. Saya mengajak Meta dan berhasil membeli kentang dan nuget. Setelah kami selesai, baru antriannya jadi panjang dengan orang-orang yang baru pulang solat.
Kentang dan Nuget

Malam ini kami mulai packing, karena besok akan lanjut perjalanan ke Mekah. Sedapat mungkin oleh-oleh sudah saya beli di sini, karena di Mekah pasti tidak sempat dan lebih ramai lagi. Kamr kami seperti kapal pecah. Kamarnya standar, tapi karena dihuni orang 4 maka pasti lebih sempit. Kami packing dengan meletakkan koper masing-masing di tempat tidur. Pengumpulan koper untuk besok sudah ditentukan jam nya, jadi saya memindahkan barang-barang kecil yang masih akan saya gunakan ke tas tangan saya. Baju Batik tidak sempat saya cuci, jadi rencananya nanti sampai di Mekah akan saya angin-anginkan saja karena saya yakin akan dipakai lagi saat pulang. Harus diakui kamar kami ini jadi rame karena ada Nyai dan Nek Ino, karena saya dan Bu Neti ini orangnya cenderung hobi mendengarkan. Setelah semua beres, harus segera istirahat karena sudah tengah malam dan harus segera bangun lagi untuk sahur.
Lanjut Part 4
