Tulisan kali ini dalam rangka kerjaan ke Surabaya selama 4 hari 3 malam. Tidak ada foto saya karena lebih fokus ke makanan... eh kerjaan 😆. Total naik pesawat dari Palembang ke Surabaya adalah 4 kali, dan dipastikan semuanya itu diiringi dengan doa tentu saja. Kali ini saya pergi sendirian tanpa ada teman, hitung-hitung latihan karena akhir tahun ada rencana solo traveling yang lebih jauh.


Hari H sebelum berangkat masih ada kerjaan, jadi pesawatnya sore. Itu artinya saya akan sampai di Surabaya sudah malam. Tiket pesawat saat pulang transit dengan maskapai yang sama, tapi yang perginya beda maskapai karena jadwal yang cocok yang itu. Saat perginya, jarak antar pesawat yang pertama dengan yang kedua 3 jam. Harusnya cukuplah ya, pindah dari terminal 3 ke terminal 1C tanpa bagasi, tapi itu ternyata hanya harapan saudara-saudara.

Saat masih di Palembang, sudah dapat kabar pesawatnya delay. Ok, masih punya waktu kan mestinya walau agak cemas juga. Kemudian petugas lagi cari-cari penumpang untuk menyarankan koper kabin masuk bagasi saja, karena pesawat penuh. Saran ini langsung saya tolak dengan halus, karena alasan saya transit dan bakal pindah terminal. Sehingga bakal nambah waktu lagi kalau mau nunggu bagasi lagi. Singkat cerita.... hana hini... segala kegiatan  dari naik pesawat dan seterusnya sampai landing. Spare waktu yang awalnya banyak tadi, tinggal sangat sedikit. Pesawat meendarat di Cengkareng dengan selamat, tapi satu yang saya lupa, terminal 3 itu jalannya panjang dari turun pesawat sampai keluarnya. Rasanya mau nangis waktu tinggal setengah jam sebelum boarding ke pesawat selanjutnya. Lari-lari di terminal 3, tidak ada juga mobil buggy yang bisa ditumpangi. Coba bayangkan bagaimana kalau tadi saya harus menunggu bagasi lagi, untung saya tolak tawaran tadi.

Setelah keluar teriminal 3, pilihan biasa yang saya ambil adalah naik kalayang. Tapi karena sudah tidak punya waktu, saya naik taksi hanya dari terminal 3 ke 1C. Ongkosnya jangan ditanya lagi, sudah pasti mahal, mau jarak dekat sekalipun. Tapi karena tidak punya pilihan akhirnya saya setuju. Pesan saya ke supir taksi, 5 menit sampai terminal 1C. Perjalanan memang jadi sangat singkat, karena taksinya ngebut dan agak sedikit mengkhawatirkan jalannya. Pesan tambahan saya, ya tidak apa Pak agak lambat asal selamat. Kan tidak lucu kalau saya ngejar pesawat tapi celaka di taksi. Alhamdulillah sampai di terminal 1C juga. Langsung lari-lari lagi, tidak perlu check in dan drop bagasi tentu saja. Sampai di gate keberangkatan, saya tidak sempat duduk, karena pesawat ke Surabaya sudah boarding. Akhirnya... Alhamdulillah sempat juga walau ngos ngosan... 

Kembali ke cerita saya di Surabaya ini, nginapnya dekat dengan Tunjungan Plaza. Top of Mind saya tentang Surabaya ini TP, jadi saya senang dapat hotel dekat dengan TP. Malam pertama dan kedua saya sendirian, tapi nanti di malam ketiga ada teman saya yang datang saya ajak menginap. 

Suasana sarapan di Hotel


AW di Bandara


Sarapan Hotel


Makan siang

Sarapan hotel lagi


Makan siang lagi


Makan siang lagi hari berikutnya


Matcha Latte


Snack time


Bakso A Fung Bandara


Rawon di Bandara

Saya pernah ke Surabaya 2 kali sebelum ini, salah satunya sudah lama sekali. Yang pertama saat masih kuliah dan yang kedua saat ada kerjaan di ITS. Mumpung di Surabaya, saya puas-puasin makan rawon. Tidak lupa juga saya melihat-lihat TP malamnya mumpung di sana dan dekat. Pulangnya, yang pastinya beli sambal Bu Rudy, berhubung tidak punya waktu maka pesannya online saja dan kemudian titip di resepsionis. Next perjalannya adalah Solo Traveling saya dalam rangka liburan Tahun Baru. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya...


0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...