Hari ini seharusnya adalah umroh kedua yang dijadwalkan pagi hari. Namun karena kondisi Kota Mekah yang ramai, maka ada masalah dengan busnya makan umroh kedua terpaksa ditunda menjadi besok. Sebenarnya saya kecewa, tapi mau bagaimana lagi. Saya sangat berharap umroh kedua bisa dilakukan karena saya ingin melakukannya untuk badal. Kembali sahur di hotel dengan lauk yang disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Jika tidak dalam keadaan Bulan Puasa, mungkin kami juga akan diajak Tawaf setiap menjelang Subuh seperti umroh saya beberapa tahun yang lalu. Setelah itu langsung solat Subuh berjamaah. Sekarang jadi berbeda, setelah Tarawih dan pulang tengah malam kemudian lanjut lagi bangun untuk sahur, rasanya sulit untuk jalan ke Masjid. Atau mungkin niat saya saja yang kurang kuat.


Karena hari ini tidak jadi umroh kedua, maka jadwal kami kosong. Sebagai penggantinya akan diajak mengunjungi Pasar Kakiyah karena Ibu-ibu sepertinya masih kurang belanjaannya. Ini tidak dipaksa, jadi kalau ada yang tidak mau tidak apa. Transportasinya menggunakan beberapa mobil kecil sesuai jumlah orang yang mau ikut. Saya sebenarnya tidak mau ikut, karena merasa koper sudah penuh. Tapi karena tidak bisa tidur juga, akhirnya saya turun dan jadinya ikut. Pasar Kakiyah ini tidak terlalu besar tapi sangat lengkap. Saya akhirnya membeli kurma lagi, karena ketemu yang bagus. Juga beli baju gamis kecil titipan keponakan saya. Selain itu, lagi-lagi untuk reward diri sendiri saya menemukan gamis berwarna cenderung broken pink yang sepertinya oke dipakai untuk pergi atau kondangan. Semoga koper saya masih muat... 😁.
Malam ini saya bilang ke teman-teman sekamar saya bahwa saya akan pergi sendiri. Kenapa seperti itu, karena saya akan berangkat mulai dari Magrib dan langsung Isya serta Tarawih. Kenapa saya tidak mengajak orang, karena saya ingin berbuka puasa di Masjidil Haram, dengan resiko tidak makan kenyang seperti di hotel. Makannya akan saya beli setelah pulang saja. Saya tidak mau nanti ibu-ibu yang lain jadi menahan lapar karena mengikuti saya. Nanti untuk ibu-ibu yang lain akan ke Masjidil Haram setelah berbuka. Berangkatlah saya sendirian mulai dari jam 5. Harapannya masih mendapatkan tempat di dalam Masjid. Tidak apa tidak di depan Kabah, tapi yang penting di dalam. Tapi jangankan dapat tempat di dalam, di luar saja sudah penuh. Saya keliling-keliling mencari tempat di lantai bawah maupun lantai 2 masih tidak ketemu, saya sudah hampir putus asa, jadi keluar lagi dan kali ini mencoba tempat lain. Kaki saya membawa saya naik eskalator sampai ke atap. Saya belum pernah ke atap, dan ternyata sudah penuh juga. Menjelang waktu berbuka, sebelum azan berkumandang, saya akhirnya mendapat tempat tambahan di bagian depan. Cukup untuk berbuka bersam jemaah lain dan nanti lanjut sholat magrib.
Nasi Bryani dan ayam







