Hari kedua di Kuala Lumpur memiliki agenda utama yaitu naik Petronas. Saya pertama kali ke Kuala Lumpur Desember 2007, dan sejak saat itu saya sangat sering bolak balik Kuala Lumpur, baik sebagai tempat tujuan utama atau hanya sekedar transit. Dahulu saat masa jayanya sebelum pandemi Covid 19, tiket Air Asia sangat terjangkau, sehingga kemana-mana akan lebih murah lewat Kuala Lumpur dibanding Jakarta. Kalau dihitung-hitung sampai sekarang kurang-lebih saya sudah 10 kali lebih ke Kuala Lumpur. Tapi dari sekian banyak kinjungan itu, tidak satupun yang punya kesempatan untuk naik Petronas. Film Entrapment sudah dari jaman kapan ditonton, baru sekarang baru akan terwujud naik Petronas.


Tiketnya sudah dipesan secara online, dapat jadwal jam 11 pagi. Sebelum jam 11 sudah harus datang ke sana. Pagi-pagi sudah antri untuk beli sarapan nasi lemak di Jalan Alor yang sangat terkenal itu. Porsinya luar biasa banyak, satu nasi bisa dibagi dua, tinggal nambah lauknya saja. Selesai sarapan, cus naik MRT menuju Petronas. Kalau muncul dari mallny maka setelah sampai di pintu depan belok kanan. Tapi jika dari arah depan air mancur, maka belok kiri. Mungkin bisa juga ya dari arah sebaliknya, tapi kami ke arah yang ditunjuka oleh petugas saat nanya ke dia. Turun eskalator 1 lantai ke bawah. Setelah lapor ke meja petugas, kami dikasih stiker berwarna merah ditempel disebelah kanan bahu. Ini ada tanda rombongan yang jam 11. Rasanya jarak antar rombongan 15 menit, dan stikernya berwarna macam-macam dan ditempel di bahu kanan atau kiri.

Setelah waktunya, kami diperbolehkan masuk. Ada sesi foto dulu per kelompok dengan latar yang nantinya akan ditambah kemudian. Naik lift dengan tujuan pertama di Skybridge lantai 41. Cuma dikasih waktu 10 menit. Luar biasa, memanfaatkan waktu itu untuk ngevlog bikin video dan foto-foto narsis. Untunglah waktunya cukup dan masih sempat menikmati pemandangan di bawah, taman belakang di bagian belakang dan air mancur di bagian depan. Kemudian setelah petugas memanggil grup stiker warna merah sebelah kanan, lanjut ke lantai 86 setelah sebelumnya transit di lantai lain dulu. 

Di lantai 86 tempatnya lebih luas. Di tengah ada maket Petronas, juga ada Kota Kuala Lumpur dalam bentuk bentuk mini. Selain itu ada juga kamera dan layar yang menunjukkan augmented reality Petronas. Letakkan tangan kita menghada ke atas, nanti menaranya akan ada di atas tangan kita. 

Petronas Lantai 86


Skybridge lantai 41


Another angle lantai 41


Dari lantai 86, Kota Kuala Lumpur terlihat lebih jelas. Di sana ada teropong yang bisa digunakan. Saya juga melihat Pintasan Saloma dan beberapa tempat lain. Cuma sayang, tidak bisa berlama-lama, setelah waktunya habis, kami diantar turun ke lantai khusus yang menjual merchandise dan foto-foto yang bisa dipilih saat berfoto di bawah tadi. Foto kita juga bisa disatukan dengan merchandise khusus berbentuk kaca, tapi harganya lumayan mahal. Jadi supaya ada kenang-kenangan, saya beli yang versi biasa saja. Untuk softcopy boleh diambil setelah diberi linknya. Selain itu kita juga dapat sertifikat saudara-saudara... haha. Jadi bolehlah kali ya ditambahkan sebagai satu pencapaian telah berhasil naik Gedung Kembar tertinggi di dunia. Dari lantai tersebut juga terlihat jelas kembaran Petronas yang satunya. Kalau saya ditanya saya naik Petronas yang mana, sebelah kiri atau kanan, saya tidak tahu dan tidak bisa menjawabnya.

Foto merchandise Petronas


Sang kembaran


Makan siang kami makan di Pavilion. Sudah lama tidak makan Yong Tau Fu dan saya tidak menyia-nyiakan kesempatan mumpung masih di Malaysia. Agenda lain hari itu adalah Pintasan Saloma, tapi karena lebih bagus dilihat saat malam, maka kami akan ke sana saat malam hari, dan akan kembali ke hotel dulu untuk istirahat. Karena ini judulnya menuntaskan sisa list di Kuala Lumpur, jadi saya memang sengaja menyusun jadwal yang santai, dengan lebih banyak tidur di Hotel. Beda tentu saja kalau ke tempat baru, pasti dalam satu hari akan dibuah padat sampai kaki jadi gempor.

Yong Tau Fu Pavilion


Beli Mango Sticky Rice di dekat Hotel di Jalan Alor


Setelah Magrib kami ke arah Petonas lagi untuk ke Pintasan Saloma, tapi kali ini naik LRT ke Stasiun Kampung Baru. Keluar sedikit, sudah kelihatan si jembatan tersebut. Ternyata di sini juga rame sama orang-orang. Lampu-lampunya terus berganti merah, kuning, hijau, biru dan ungu. Latar belakangnya Petronas dengan lampu terang berwarna putih.

Di Pintasan Saloma


Sekalian dengan Petronas


Makan malamnya di Mall di bawah Petronas, Nasi Kari Jepang dan Daging. Karena memang sudah kemalaman, banyak tempat makan yang mulai tutup. Setelah makan kami segera pulang mengejar MRT yang takutnya juga sudah habis karena sudah kemalaman.

Makanan Jepang

Lanjut Part 3

Video Youtube

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...