Pagi-pagi sesuai janji dengan Pak Cik, kami dijemput di depan hotel sama driver. Surprise ternyata yang jemput istri Pak Cik sendiri. Karena masih muda, jadinya malah panggil kakak saja. Kak Rehan orangnya asik, dia malah kadi seperti teman. Kami boleh request lagu apapun selama di perjalanan. Sepanjang jalan juga banyak saling tukar cerita. Mengenai Penang dan Melaka yang jadi tujuan wisata medis, namun dengan bagian penyakit yang berbeda. Selain itu juga banyak berdiskusi mengenai makanan, tempat wisata dan kejadian yang sedang viral saat itu. Tak terasa satu jam an kemudian kami sampai, Elsa sudah pucat karena jalannya menanjak, untung dia tidak muntah. Tiket masuk Colmar Tropicale 14 MYR satu orang, itu sudah termasuk Japanese village, sementara untuk driver biayanya gratis.
Pintu masuk Colmar Tropicale

Suasana di dalam Colmar Tropicale

Juga ada burung-burung yang mencari makan

Suasananya benar-benar mirip Petite France

Ada beberapa cafe di sana

Karena masih punya waktu, setelah puas di Colmar Tropicale kami lanjut melipir ke Japanese Village bersama Kak Rehan. Setelah parkir mobil, kami diharuskan naik tangga yang lumayan tinggi. Sebelum naik, ada peringatan untuk yang punya riwayat sakit jantung dan lain-lain harus berhati-hati karena tangganya tinggi tadi. Setelah kami naik, iya sih... lumayan bikin ngos-ngosan. Yang jompo seperti saya, harus beberapa kali berhenti untuk mengambil napas dan berusaha bertahan hidup... 😊
Rumah di Japanese Village

Ada juga kimononya untuk disewa

Pulang ke hotel, sudah harus siap-siap packing karena besok kami akan pulang dan kembali lewat dari Jakarta dengan Air Asia. Untuk ke Palembang dilanjutkan dengan Pelita Air. Selesai sudah libur singkat saya di Kuala Lumpur. Secara umum saya sudah puas mengunjungi semua tempat wisata di Kuala Lumpur, namun untuk makanannya tidak akan ada kata bosan, banyak makanan di sini yang bisa membuat saya untuk balik lagi.
Snack dari Pelita Air

