Setelah urusan di Jakarta selesai, lanjut ke Bandung. Pergi ke Bandung nya dapat jadwal malam, yah gagal total mau ngonten pemandangan di luar. Mau membandingkan dengan kecepatan Shinkansen yang pernah saya tumpangi tahun 2018 lalu. Tapi Alhamdulillah saat pulangnya jadwalnya siang, jadi dapat juga rekaman pemandangan dengan kecepatan Whoosh. Kurang lebih samalah ya sebagai kereta cepat. Cuma karena jaraknya dekat, jadi agak tidak terasa dan kurang puas. Trus, selanjutnya naik apa lagi, mungkin naik Maglev ya pemirsa... hehe...
Sebelum pulang masih sempat beli oleh-oleh. Tentu saja Kartika Sari dan batagor sebelum mengejar kereta Feeder untuk ke Whoosh. Karena saya baru pertama kali ke Bandung, sempat juga sebelumnya melewati Gedung Sate. Malamnya juga sempat lewat jalan Asia Afrika yang saat lewat sempat kaget karena melihat banyak yang cosplay dengan dandanan yang macam-macam.

Pulang ke Palembang dapat pengalaman agak tidak menyenangkan gara-gara pesawat yang tidak jadi terbang dari Halim. Pesawat sudah mau terbang, eh tidak jadi dan kembali parkir. Tapi tetap bersyukur, coba kalau sudah di atas dan baru merasa ada yang salah, kan jauh lebih menakutkan. Syukur Alhamdulillah, akhirnya walau cukup lama menunggu sampai dapat nasi, berhasil mendarat dengan selamat di Palembang.
Video Youtube

Pulang ke Palembang dapat pengalaman agak tidak menyenangkan gara-gara pesawat yang tidak jadi terbang dari Halim. Pesawat sudah mau terbang, eh tidak jadi dan kembali parkir. Tapi tetap bersyukur, coba kalau sudah di atas dan baru merasa ada yang salah, kan jauh lebih menakutkan. Syukur Alhamdulillah, akhirnya walau cukup lama menunggu sampai dapat nasi, berhasil mendarat dengan selamat di Palembang.
Video Youtube
Tidak ada komentar:
Posting Komentar